WhatsApp Image 2017-06-21 at 12.00.04
Kapolsek bersama Anggota Polsek Simpang Rimba saat menemui keluarga korban

Tribratanews Polres Bangka Selatan, Tim Gabungan yang terdiri dari Polsek Simpang Rimba, Polres Bangka Selatan melalui Sat Polair dan Sat Sabhara beserta Tim Sar dibantu Masyarakat berhasil menemukan Nelayan yang tenggelam sekira pukul 23.40 wib.

Pencarian yang dilakukan selama kurang lebih 10 jam dilokasi hilangnya korban, menggunakan peralatan Jala (jaring) pada titik fokus disekitar tempat kejadian hilangnya korban. Setelah jasad korban ditemukan anggota Polsek Simpang Rimba Bersama Bko Polair Polres Basel dan tim SAR langsung mengamankan lokasi guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, setelah jasad korban diamankan di pesisir pantai kendaraan ambulans langsung membawa jasad korban ke rumah duka.

Adapun kronoligis hilangnya korban sebelum ditemukan pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2017 pada pukul 08.00 wib Korban, warga desa Rajik, bapak Sudar (41) seorang tani dan temannya Surian (46) yang juga warga desa yang sama pergi memancing di daerah pantai laut Batu Bedaun Desa Rajik Kecamatan Simpang Rimba yang mana pada saat itu kondisi air laut sedang surut setinggi lutut orang dewasa serta jarak air laut dengan bibir pantai kurang lebih 300 meter. Kemudian pada pukul 13.00 wib Surian (46) mengajak Sudar (41) untuk pulang dikarenakan air laut pada saat itu sudah mulai pasang dan mulai tinggi. Ketika saksi berjalan ke arah tepi pantai terdengar suara Sudar (41) memanggil-mangil. Oleh Surian kemudian meminta pertolongan, dan segera mendekati korban tetapi pada saat itu korban sudah terseret oleh arus air laut. Surian sempat berusaha menolong korban dengan cara berenang, tetapi karena arus yang sangat deras saksi pun ikut terseret, dan ia pun kembali berenang ke arah tepi pantai sedangkan korban sudah jauh tengelam dan terseret arus laut serta tidak terlihat lagi.

kemudian Surian kembali ke desa meminta pertolongan kepada warga, dan melakukan pencarian bersama warga, perangkat desa setempat serta anggota Polsek Simba.

Kapolsek Simpang rimba, Iptu Yudha Prakoso, SIK menjelaskan kejadian tersebut sebenarnya bisa dihindari bersama apabila kita sudah mengetahui bahwa situasi di laut bisa mengancam keselamatan.

“Saya harap kejadian seperti ini tidak terluang kembali, musibah seperti ini memang tidak bisa terprediksi oleh kita, namun ketika kita sedang dilaut atau pantai melihat situasi alam tidak mendukung sperti adanya arus tyang deras atau tingginya gelombang atau yang lainnya hendaknya kita segera untuk menghindarinya atau segera ke tepi” Himbau Kapolsek.

Selain itu Kapolsek juga mengucapkan terima kasih seluruh masyarakat dan tim gabungan atas upaya yang dilakukan dengan baik, semoga jerih payah dibalas Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa. (ev)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini