Terkini

Pages

Categories

Search



Cegah Buta Aksara Alquran,  Bhabinkamtibmas Nyelanding Ikut Mengaji Anak

Cegah Buta Aksara Alquran, Bhabinkamtibmas Nyelanding Ikut Mengaji Anak

WhatsApp Image 2018-08-07 at 18.48.45

Briptu Rahmadi saat menajar mengaji

Tribratanews Polres Bangka Selatan, Masyarakat muslim buta aksara Alquran di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan hasil riset IIQ, sekitar 65 persen masyarakat Indonesia masih buta aksara Alquran. Tingginya angka itu terutama terdapat di daerah pedesaan atau di wilayah pelosok.

Menyadari hal tersebut, Bhabinkamtibmas Nyelanding, Briptu Rahmadi, menyambangi kediaman Ustadz Badrun yang berada di wilayah desa binaannya untuk membantu mengajar satu per satu Santri/wati mengaji Al-Qur’an.

Selain mengajar mengaji, Briptu rahmadi juga berbagi pengetahuan dan pemahaman kepada santri/wati akan pentingnya belajar Al-Qur’an sejak dini. Ia juga memberikan semangat dan motivasi kepada santi/wati agar lebih giat lagi belajar membaca Al-Qur’an sertta memahami hukum-hukum tajwid dan pelafalan makhroj huruf dengan benar.

“Saya berharap dengan kegiatan ini, bisa memberikan dampak positif terhadap generasi penerus bangsa yang berakhak, beretika, bermoral dan berkepribadian baik guna menjaga situasi kamtimbas yang kondusif terhidar dari pergaulan yang salah” harap Briptu Rahmadi.

Melalui kegiatan tersebut, Briptu Rahmadi mengajak untuk meningkatkan generasi cinta Al-Qur’an sejak dini dan m eningkatkan silaturrahmi antara masyarakat dengan Bhabinkamtibmas (Polri) dapat terjalin dengan baik.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono, SH, MH melalui Kapolsek Air Gegas, IPTU Amri, SH, Msi mengatakan giat Bhabinkamtibmas Desa Nyelanding Polsek Airgegas itu merupakan salah satu program yang ada di Polres Bangka Selatan yaitu Bhabinkamtibmas Peduli Santri (BPS), dimana pada kegiatan tersebut menyasar pada Bhabinkamtibmas untuk selalu mandatangi pengajian-pengajian yang ada di wilayah binaannya agar lebih mendekatkan diri dengan masyarakat serta berada di tengah-tengan setiap kegiatan masyarakat.

“Ini merupakan bentuk dan tanggungjawab sebagai personel Bhayangkara. Mereka tidak hanya dituntut profesional menjalankan tugas sehari-hari, tapi harus mampu mengayomi dan melayani masyarakat. Termasuk untuk mengajar mengaji kepada anak-anak yang ada di sekitar lingkungannya,” Pungkas Kapolsek. (ev)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *